Selasa, 02 Juli 2019

PENGAPLIKASIAN MATERIAL KAYU PADA TEMPAT BERMAIN


Latar Belakang

Kayu  merupakan  material  struktural  dan  banyak  disediakan  oleh  alam  dan diminati   di   beberapa   daerah   di   Indonesia.   Material   utama   pada   bangunan tradisional Indonesia mayoritas adalah kayu. Peminat kayu pada dunia konstruksi meningkat  dalam  beberapa  dekade  terakhir,  dari  sisi  arsitektur  dinilai  indah, mewah,  penuh  seni,  dan  nyaman. Disini kami mengaplikasikan material kayu pada tempat bermain di panti asuhan Hikmah.
Tempat bermain merupakan suatu  sarana yang   menyenangkan   serta   dapat menjadi tempat belajar bagi anak  yang sekaligus menjadi suatu proses  yang terjadi  secara  terus  menerus  dalam  kehidupan  dan  mempunyai  manfaat untuk   merangsang   perkembangan   anak   secara   umum,   membantu   anak dalam  bersosialisasi  dengan  teman.
Semua anak panti asuhan pasti mendambakan taman dan tempat bermain yang indah di tempatnya, seperti yang kita lihat biasanya panti panti hanya memiliki tempat bermain seadanya bahkan tidak ada sama sekali. Konsep taman panti asuhan ini di inginkan oleh banyak anak panti asuhan untuk tempat bermain mereka yang bertujuan untuk menghilangkan beban pikiran dan membut hati merasa senang.
Dalam kehidupan ini, kita tidak harus selalu focus dan serius terhadap ilmu yang kita pelajari. Kemampuan  mahasiswa tidak bisa di bekali teori saja tetapi juga harus mendapat pengetahuan tambahan dilapangan agar ilmu yang di peroleh lebih lengkap. Taman dan tempat bermain di panti asuhan sangat dibutuhkan karna dapat menunjang aspek emosional, social dan fisik anak yang tinggal di panti asuhan Hikmah. Tempat bermain juga diatur sedemikian rupa hingga menjadi suatu tempat dengan pemandangan indah dan suasana yang sejuk, dibuat untuk membuat setiap orang yang berada di sekitar tempat bermain menjadi nyaman.
Secara   umum tujuan perancangan tempat  bermain   anak dipanti asuhan Hikmah adalah   menyediakan fasilitas   permainan yang aman, nyaman,   dan dapat   digunakan bagi   semua   anak. Tempat  bermain menjadi fasilitas bagi anak dalam   mengembangkan kemampuan   kognitif, social,  fisik,   serta   kemampuan emosional    yang    selalu    dibutuhkan    saat    tumbuh    menjadi    dewasa. Sesuai   dengan   model perancangan, perancangan tempat bermain  anak harus  berdasarkan  isu, tujuan dan kriteria.  Perancangan ini  diklasifikasikan  ke  dalam  3  aspek: keamanan, kenyamanan, dan keindahan.    


Landasan Teori
Hal yang penting diperhatikan dalam mendesain tempat bermain adalah kemampuan tempat untuk dapat menampung kegiatan bermain anak, dalam hal ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu 
1.      Dimensi ruang yang mencukupi
            2.      Dapat dilihat dari berbagai sisi sehingga terjamin keamannya
           3.      Posisi tempat bermain sebaiknya dapat dijangkau dengan mudah, mengingat yang menjadi pengguna adalah anak-anak, maka faktor keselamatan didalam menjangkau tempat bermain merupakan faktor yang penting
           4.      Bahan/material yang digunakan untuk pembuatan tempat bermain
Adapun ciri ciri kayu yg digunakan sebagai material pada tempat bermain:
  1. Berbentu bulat memanjang
  2. Memiliki bobot yang kokoh
  3. Berwarna coklat muda hingga coklat tua.
  4. tidak mudah berubah bentuk akibat perubahan cuaca.
  5. Memiliki kekuatan dan keawetan yang sangat baik
  6. Mudah dipotong-potong dan mudah diolah menjadi banyak produk
Pemilihan bahan/material  bagi  tempat bermain  juga  sangat  mempengaruhi  keselamatan  anak. Peralatan  bermain  anak-anak  dapat  memberikan  resiko  yang  besar  jika  tidak dirancang   dan   dipelihara   secara   hati-hati.  Oleh  karena  itu  perancangan dan  pembangunan tempat bermain  di panti asuhan Hikmah memerlukan  penekanan dalam aspek keamanan dan kenyamanan untuk memastikan tingkat keselamatannya.
Berdasarkan  data Consumer  Product  Safety  Commission (CPSC)  Amerika  Serikat  di  tahun  1999  terjadi  202.970  kecelakaan  terkait  peralatan taman  bermain  dengan  jumlah  75,8%  di  ruang  publik.  Bahkan  dalam  periode  1990-2000 tercatat 147 kematian di tempat bermain. Tempat bermain anak-anak dibangun di ruang  publik  baik  pada  ruang  terbuka maupun  ruang  tertutup. Untuk    dapat    mengakomodasikan  seluruh  pengguna, diperlukan penekanan dalam   aspek   keamanan   dan   kenyamanan   untuk   memastikan   tingkat keselamatannya sebagai  dasar  pengendalian  perancangan  tempat bermain  anak-anak.  Aktivitas bermain  selain  menciptakan  kegembiraan  bagi  anak anak,  juga  dapat  mengembangkan kemampuan  kognitif,  sosial,  fisik,  serta  kemampuan  emosional  yang  selalu  dibutuhkan saat  tumbuh  menjadi  dewasa.  Upaya penyediaan tempat bermain  anak  tersebut  bila  tidak  disertai  dengan  perencanaan  dan  perancangan yang  matang,  selain  tujuan  penyediaan  taman  bermain  dapat  menyimpang  juga  dapat memberikan  resiko  kecelakaan  bahkan  kematian  bagi  penggunanya  khususnya  anak-anak. Maka kami memilih material yang aman bagi anak anak,kami mengaplikasikan material kayu sebagai tempat bermain, karna struktur kayu yang ringan dapat mengurangi risiko cidera ketika ada anak anak yang jatuh di tempat bermain. Selain itu, teksturnya yang kasar tidak akan membuat anak anak terpeleset oleh tumpahan makanan.


 Metode Pelaksanaan
Pembuatan taman dilakukan dalam waktu yang cukup lama, karna banyak hal yang harus diperhitungkan didalamnya. Selain itu kreativitas serta pengalaman arsitektur juga berpengaruh terhadap hasil tempat bermain tersebut. Terdapat banyak faktor yang menjadi pertimbangan sehingga tampilan taman secara keseluruhan bisa di nikmati. Memiliki tempat bermain yang aman dan nyaman tentu saja menjadi keuntungan bagi  anak anak penghuni panti asuhan Hikmah.
Ada beberapa metode pelaksanaan yang kami lakukan untuk membuat tempat bermain di panti asuhan Hikmah, yaitu:

     1.      Mencari  data-data  yang  didapat  langsung  dari  pengamatan  fakta  yang  ada  di  lapangan, maupun data-data sekunder yang didapat melalui studi yang mendukung.

      2.      Menganalisis aspek  fungsi  (anak,  kegiatan,  hubungan),  bentuk  (lingkungan,  tapak, kualitas),  dalam  memperoleh  alternatif-alternatif  pemecahan  permasalahan  yang berkaitan dengan perancangan panti asuhan Hikmah.
      3.      Memperoleh  alternatif  konsep  yang  meliputi:  konsep  tapak  (tata  massa  dan  ruang luar),   konsep   ruang   (pelaku   dan   aktivitasnya,   hubungan   dan   organisasi   ruang, kebutuhan ruang, zoning ruang, pergerakan, serta pencapaian ruang).
      4.     Proses  perancangan  untuk  menghasilkan  gagasan  awal  desain  taman  bermain  yang sesuai  dengan  kajian  konsep  yang  telah  diputuskan.  Perancangan  ini  diterjemahkan dalam bentuk ide perancangan.   

Alat dan Bahan Yang Digunakan
Dalam pembuatan tempat bermain kami memerlukan beberapa alat dan bahan yang dapat menunjang berhasilnya pembuatan tempat bermain di panti asuhan Hikmah, diantaranya adalah:
No
Bahan
1.
Kayu bulat
2.
Bambu
3.
Paku
4.
Tali tambang
5.
Pernis
6.
Kuas
7.
Amplas
8.
Cat minyak
9.
Thinner











No
Alat
1.
palu
2.
gergaji
3.
cangkul
4.
parang
5.
meteran
6.
grinda













 Time Schedule
TIME SCHEDULE AKHIR
No
Tanggal
Keterangan
1.
24 April 2019
Survey tempat
2.
30 April 2019
Melakukan pengukuran
3.
1 Mei 2019
Pembuatan konsep
4.
2 Mei 2019
Pengumpulan kosep
5.
3 Mei 2019
Asistensi konsep
6.
4 Mei 2019
Persiapan bahan kelompok
7.
11 Mei 2019
Pengambilan material kayu
8.
11 Mei 2019
Mulai bekerja
9.
18 Juni 2019
Selesai


















RAB (Rencana Anggaran Biaya)
RAB AKHIR
No
Bahan
RAB
1.
Kayu bulat
-
2.
Bambu
-
3.
Paku
Rp.25.000
4.
Tali tambang
RP.250.000
5.
Pernis
RP.50.000
6.
Kuas
RP.12.000
7.
Amplas
RP.7.000
8.
Cat minyak
RP.50.000
9.
Thinner
RP.8.000
Total
Rp.402.000




















2   Konsep Tempat Bermain


   ·         Sebelum pengerjaan tempat bermain kami membuat konsep terlebih dahulu.
   ·         Terjadi berubahan konsep setelah proses pembuatan tempat bermain dikarenakan beberapa aspek (keterbatasan waktu dan bahan)
       ·         Konsep awal jembatan kayu dibuat lebih tinggi, dan setelah proses pembuatan tempat bermain ternyata jembatan kayu dibuat lebih rendah.
       ·         Di konsep awal kami membuat konsep meja kayu yang melingkar dipohon, karna adanya kendala waktu konsep meja pohon tidak dibuat.


Hasil Tempat Bermain


Kesimpulan            
Berdasarkan hasil kegiatan dan pembahasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa:
1.      Secara   umum tujuan perancangan tempat  bermain   anak dipanti asuhan Hikmah adalah   menyediakan fasilitas   permainan yang aman, nyaman,   dan dapat   digunakan bagi   semua   anak. Taman  bermain menjadi fasilitas bagi anak dalam   mengembangkan kemampuan   kognitif, social,  fisik,   serta   kemampuan emosional    yang    selalu    dibutuhkan    saat    tumbuh    menjadi    dewasa.
2.      Keselamatan   anak   menjadi   faktor   penting   yang meliputi   pemilihan   material   permukaan dan adanya zona aman permainan.
3.      Kenyamanan  anak  dalam  aktivitas  bermain  meliputi  pemandangan  visual,  tata letak permainan, dan bahan permukaan yang sesuai dengan penggunaannya.

Saran 
1.       Sebelum melalukan praktek di lapangan mahasiswa harus memiliki konsep gambar kerja yang telah di rancang sebelum terjun kelapangan. Dengan kreatifitas masing masing setiap kelompok pasti memiliki desain yang berbeda beda dan sesuai selera masing masing.
2.    Kepada seluruh mahasiswa, hendaknya meningkatkan semangat agar terus berpartisipasi dalam pengabdian terhadap masyarakat. Dalam praktek di lapangan di usahakan seluruh anggota dapat bekerja sama dalam mengerjakan tugas masing masing. Bersedi melakukan tugas dengan senang hati dan teliti di setiap pekerjaan
3.     Hendaklah jangan merusak sarana dan prasarana yang sudah tersedia, serta merawat dan menjaganya dengan baik.

 Untuk hasil silahkan klik link dibawah ini






Tidak ada komentar:

Posting Komentar