Latar Belakang
Kayu merupakan
material struktural dan
banyak disediakan oleh
alam dan diminati di
beberapa daerah di
Indonesia. Material utama pada
bangunan tradisional Indonesia mayoritas adalah kayu. Peminat kayu pada
dunia konstruksi meningkat dalam beberapa
dekade terakhir, dari
sisi arsitektur dinilai
indah, mewah, penuh seni,
dan nyaman. Disini kami
mengaplikasikan material kayu pada tempat bermain di panti asuhan Hikmah.
Tempat bermain merupakan suatu sarana yang
menyenangkan serta dapat menjadi tempat belajar bagi anak yang sekaligus menjadi suatu proses yang terjadi
secara terus menerus
dalam kehidupan dan mempunyai
manfaat untuk merangsang perkembangan anak
secara umum, membantu
anak dalam bersosialisasi dengan
teman.
Semua anak panti asuhan pasti mendambakan
taman dan tempat bermain yang indah di tempatnya, seperti yang kita lihat
biasanya panti panti hanya memiliki tempat bermain seadanya bahkan tidak ada
sama sekali. Konsep taman panti asuhan ini di inginkan oleh banyak anak panti
asuhan untuk tempat bermain mereka yang bertujuan untuk menghilangkan beban pikiran
dan membut hati merasa senang.
Dalam kehidupan ini, kita tidak harus selalu focus
dan serius terhadap ilmu yang kita pelajari. Kemampuan mahasiswa tidak bisa di bekali teori saja
tetapi juga harus mendapat pengetahuan tambahan dilapangan agar ilmu yang di
peroleh lebih lengkap. Taman dan tempat bermain di panti asuhan sangat
dibutuhkan karna dapat menunjang aspek emosional, social dan fisik anak yang
tinggal di panti asuhan Hikmah. Tempat bermain juga diatur sedemikian rupa
hingga menjadi suatu tempat dengan pemandangan indah dan suasana yang sejuk,
dibuat untuk membuat setiap orang yang berada di sekitar tempat bermain menjadi
nyaman.
Secara umum
tujuan perancangan tempat bermain anak dipanti asuhan Hikmah adalah menyediakan fasilitas permainan yang aman, nyaman, dan dapat
digunakan bagi semua anak. Tempat
bermain menjadi fasilitas bagi anak dalam mengembangkan kemampuan kognitif, social, fisik,
serta kemampuan emosional yang
selalu dibutuhkan saat
tumbuh menjadi dewasa. Sesuai dengan
model perancangan, perancangan tempat bermain anak harus
berdasarkan isu, tujuan dan
kriteria. Perancangan ini diklasifikasikan ke
dalam 3 aspek: keamanan, kenyamanan, dan keindahan.
Landasan Teori
Hal yang penting diperhatikan dalam mendesain tempat
bermain adalah kemampuan tempat untuk dapat menampung kegiatan bermain anak,
dalam hal ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu
1. Dimensi ruang yang mencukupi
1. Dimensi ruang yang mencukupi
2. Dapat dilihat dari berbagai sisi sehingga terjamin keamannya
3. Posisi tempat bermain sebaiknya dapat dijangkau dengan mudah, mengingat
yang menjadi pengguna adalah anak-anak, maka faktor keselamatan didalam menjangkau
tempat bermain merupakan faktor yang penting
4. Bahan/material yang digunakan untuk pembuatan tempat bermain
Adapun ciri ciri kayu yg digunakan sebagai material pada tempat bermain:
- Berbentu
bulat memanjang
- Memiliki
bobot yang kokoh
- Berwarna
coklat muda hingga coklat tua.
- tidak
mudah berubah bentuk akibat perubahan cuaca.
- Memiliki
kekuatan dan keawetan yang sangat baik
- Mudah
dipotong-potong dan mudah diolah menjadi banyak produk
Pemilihan bahan/material bagi tempat
bermain juga sangat
mempengaruhi keselamatan anak. Peralatan bermain
anak-anak dapat memberikan
resiko yang besar
jika tidak dirancang dan
dipelihara secara hati-hati.
Oleh karena itu
perancangan dan pembangunan tempat
bermain di panti asuhan Hikmah memerlukan penekanan dalam aspek keamanan dan kenyamanan
untuk memastikan tingkat keselamatannya.
Berdasarkan
data Consumer Product Safety
Commission (CPSC)
Amerika Serikat di
tahun 1999 terjadi
202.970 kecelakaan terkait
peralatan taman bermain dengan
jumlah 75,8% di
ruang publik. Bahkan
dalam periode 1990-2000 tercatat 147 kematian di tempat
bermain. Tempat bermain anak-anak dibangun di ruang publik
baik pada ruang terbuka
maupun ruang tertutup. Untuk dapat
mengakomodasikan seluruh pengguna, diperlukan penekanan dalam aspek
keamanan dan kenyamanan
untuk memastikan tingkat keselamatannya sebagai dasar pengendalian
perancangan tempat bermain anak-anak.
Aktivitas bermain selain menciptakan
kegembiraan bagi anak anak,
juga dapat mengembangkan kemampuan kognitif,
sosial, fisik, serta
kemampuan emosional yang
selalu dibutuhkan saat tumbuh
menjadi dewasa. Upaya penyediaan tempat bermain anak
tersebut bila tidak
disertai dengan perencanaan
dan perancangan yang matang,
selain tujuan penyediaan
taman bermain dapat
menyimpang juga dapat memberikan resiko
kecelakaan bahkan kematian
bagi penggunanya khususnya
anak-anak. Maka kami memilih material yang aman bagi anak anak,kami
mengaplikasikan material kayu sebagai tempat bermain, karna struktur kayu yang
ringan dapat mengurangi risiko cidera ketika ada anak anak yang jatuh di tempat
bermain. Selain itu, teksturnya yang kasar tidak akan membuat anak anak terpeleset
oleh tumpahan makanan.
Metode Pelaksanaan
Pembuatan taman dilakukan dalam waktu yang cukup
lama, karna banyak hal yang harus diperhitungkan didalamnya. Selain itu
kreativitas serta pengalaman arsitektur juga berpengaruh terhadap hasil tempat
bermain tersebut. Terdapat banyak faktor yang menjadi pertimbangan sehingga
tampilan taman secara keseluruhan bisa di nikmati. Memiliki tempat bermain yang
aman dan nyaman tentu saja menjadi keuntungan bagi anak anak penghuni panti asuhan Hikmah.
Ada beberapa metode pelaksanaan yang kami lakukan
untuk membuat tempat bermain di panti asuhan Hikmah, yaitu:
1. Mencari data-data yang
didapat langsung dari
pengamatan fakta yang
ada di lapangan, maupun data-data sekunder yang didapat
melalui studi yang mendukung.
2. Menganalisis aspek fungsi (anak,
kegiatan, hubungan), bentuk
(lingkungan, tapak,
kualitas), dalam memperoleh
alternatif-alternatif
pemecahan permasalahan yang berkaitan dengan perancangan panti
asuhan Hikmah.
3. Memperoleh alternatif konsep
yang meliputi: konsep
tapak (tata massa
dan ruang luar), konsep
ruang (pelaku dan
aktivitasnya, hubungan dan
organisasi ruang, kebutuhan
ruang, zoning ruang, pergerakan, serta pencapaian ruang).
4. Proses perancangan untuk
menghasilkan gagasan awal
desain taman bermain
yang sesuai dengan kajian
konsep yang telah
diputuskan. Perancangan ini
diterjemahkan dalam bentuk ide perancangan.
Alat dan
Bahan Yang Digunakan
Dalam
pembuatan tempat bermain kami memerlukan beberapa alat dan bahan yang dapat menunjang
berhasilnya pembuatan tempat bermain di panti asuhan Hikmah, diantaranya
adalah:
No
|
Bahan
|
1.
|
Kayu
bulat
|
2.
|
Bambu
|
3.
|
Paku
|
4.
|
Tali
tambang
|
5.
|
Pernis
|
6.
|
Kuas
|
7.
|
Amplas
|
8.
|
Cat
minyak
|
9.
|
Thinner
|
No
|
Alat
|
1.
|
palu
|
2.
|
gergaji
|
3.
|
cangkul
|
4.
|
parang
|
5.
|
meteran
|
6.
|
grinda
|
Time Schedule
TIME SCHEDULE
AKHIR
|
||
No
|
Tanggal
|
Keterangan
|
1.
|
24 April 2019
|
Survey tempat
|
2.
|
30 April 2019
|
Melakukan
pengukuran
|
3.
|
1 Mei 2019
|
Pembuatan konsep
|
4.
|
2 Mei 2019
|
Pengumpulan
kosep
|
5.
|
3 Mei 2019
|
Asistensi konsep
|
6.
|
4 Mei 2019
|
Persiapan bahan
kelompok
|
7.
|
11 Mei 2019
|
Pengambilan
material kayu
|
8.
|
11 Mei 2019
|
Mulai bekerja
|
9.
|
18 Juni 2019
|
Selesai
|
RAB (Rencana Anggaran Biaya)
RAB
AKHIR
|
||
No
|
Bahan
|
RAB
|
1.
|
Kayu
bulat
|
-
|
2.
|
Bambu
|
-
|
3.
|
Paku
|
Rp.25.000
|
4.
|
Tali
tambang
|
RP.250.000
|
5.
|
Pernis
|
RP.50.000
|
6.
|
Kuas
|
RP.12.000
|
7.
|
Amplas
|
RP.7.000
|
8.
|
Cat
minyak
|
RP.50.000
|
9.
|
Thinner
|
RP.8.000
|
Total
|
Rp.402.000
|
|
2 Konsep Tempat Bermain
·
Sebelum pengerjaan tempat bermain kami membuat
konsep terlebih dahulu.
·
Terjadi berubahan konsep setelah proses pembuatan
tempat bermain dikarenakan beberapa aspek (keterbatasan waktu dan bahan)
·
Konsep awal jembatan kayu dibuat lebih tinggi, dan
setelah proses pembuatan tempat bermain ternyata jembatan kayu dibuat lebih
rendah.
·
Di konsep awal kami membuat konsep meja kayu yang
melingkar dipohon, karna adanya kendala waktu konsep meja pohon tidak dibuat.
Hasil Tempat Bermain
Kesimpulan
Berdasarkan hasil
kegiatan dan pembahasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa:
1.
Secara umum tujuan perancangan tempat bermain
anak dipanti asuhan Hikmah adalah
menyediakan fasilitas permainan yang
aman, nyaman, dan dapat digunakan bagi semua
anak. Taman bermain menjadi
fasilitas bagi anak dalam mengembangkan
kemampuan kognitif, social, fisik,
serta kemampuan emosional yang
selalu dibutuhkan saat
tumbuh menjadi dewasa.
2.
Keselamatan
anak menjadi faktor
penting yang meliputi pemilihan
material permukaan dan adanya
zona aman permainan.
3.
Kenyamanan
anak dalam aktivitas
bermain meliputi pemandangan
visual, tata letak permainan, dan
bahan permukaan yang sesuai dengan penggunaannya.
Saran
1.
Sebelum melalukan praktek di lapangan
mahasiswa harus memiliki konsep gambar kerja yang telah di rancang sebelum
terjun kelapangan. Dengan kreatifitas masing masing setiap kelompok pasti
memiliki desain yang berbeda beda dan sesuai selera masing masing.
2.
Kepada
seluruh mahasiswa, hendaknya meningkatkan semangat agar terus berpartisipasi dalam
pengabdian terhadap masyarakat.
Dalam praktek di lapangan di usahakan seluruh anggota dapat bekerja sama dalam
mengerjakan tugas masing masing. Bersedi melakukan tugas dengan senang hati dan
teliti di setiap pekerjaan
3.
Hendaklah jangan merusak sarana dan prasarana
yang sudah tersedia, serta merawat dan menjaganya dengan baik.
Untuk hasil silahkan klik link dibawah ini



Tidak ada komentar:
Posting Komentar