LATAR BELAKANG
Kayu,
bambu dan rumbia merupakan bahan bahan yang biasa ditemui dalam kehidupan
sehari hari. Jumlahnya melimpah di indonesia dan mendapatkan nya pun tidak
susah. Bahan bahan ini umumnya dimanfaatkan manusia untuk merancang rumah rumah
tradisional. Dengan menggunakan bahan bahan tersebut, akan membuat kesan
bangunan yang dibangun terlihat alami. Dengan melihat keunggulan bahan bahan
ini lah kami menggunakannya sebagai material pondok yang dibangun di panti
asuhan Hikmah.
Pondok
di depan rumah bisa dijadikan tempat untuk bersantai setelah seharian
beraktivitas. Di panti asuhan, pondok akan memiliki banyak fungsi bagi anak
anak, seperti menjadi tempat bermain mereka atau sebagai tempat mereka belajar
bersama sama. Dengan adanya pondok di panti asuhan hikmah ini diharapkan akan merangsang perkembangan anak secara
umum, membantu anak bersosialisasi dengan teman sebayanya dan sebagai tempat
belajar bagi anak anak. Kehadiran podok diharapkan akan membantu menunjang
panti asuhan Hikmah.
LANDASAN TEORI
Hal yang penting diperhatikan dalam mendesain pondok
santai adalah kemampuan tempat untuk dapat menampung
kegiatan bermain anak dan belajar, dalam hal ini ada beberapa hal yang perlu
diperhatikan yaitu :
1. Dimensi ruang yang mencukupi
2. Dapat dilihat dari berbagai sisi sehingga terjamin
keamannya
3. Pondok sebaiknya dapat dijangkau dengan mudah,
mengingat yang menjadi pengguna adalah anak-anak, maka faktor keselamatan
didalam menjangkau tempat pondok merupakan faktor yang penting
4. Bahan/material yang digunakan untuk pembuatan pondok
Pemilihan bahan/material bagi tempat bermain juga
sangat mempengaruhi keselamatan
anak. Pemilihan material kayu sebagai tiang tiang pondok mampu menahan
beban yang diterima pondok dari anak anak yang bermain di atasnya. Penggunaan
bambu pada lantai akan memberikan rasa nyaman bagi anak anak untuk duduk dan
berdiri di atsanya. Serta penngunaan atap rumbia yang aman dari sifat korosi
bagi anak anak.
Jenis-jenis kayu yang di gunakan untuk pembuatan pondok
ini bermacam-macam tetapi kebanyakan jenis kayu yang kurang keras dikarenakan
aggaran yang kurang memadai.
2.1 METODE
PELAKSANAAN
Metode yang digunakan dalam perancangan tempat bermain anak
di panti asuhan Hikmah adalah metode
deskriptif analitik dan metode programming dengan beberapa
tahapan, yaitu:
- Mencari
data-data mengenai karakteristik
perkembangan anak, kegiatan
bermain dan perilaku anak, kriteria taman bermain anak yang aman dan nyaman.Serta
studi komparasi yang didapat
langsung dari pengamatan
fakta yang ada
di lapangan, maupun data-data
sekunder yang didapat melalui studi yang mendukung.
- Menganalisisaspek fungsi (anak, kegiatan, hubungan), bentuk (lingkungan, tapak, kualitas), dalam memperoleh alternatif-alternatif pemecahan permasalahan yang berkaitan dengan perancangan pondok.
- Memperoleh
alternatif konsep yang
meliputi: konsep tapak
(tata massa dan
ruang luar), konsep ruang
(pelaku dan aktivitasnya, hubungan
dan organisasi ruang, kebutuhan ruang, zoning ruang,
pergerakan, serta pencapaian ruang).
- Proses
perancangan untuk menghasilkan
gagasan awal desain
taman bermain yang sesuai
dengan kajian konsep
yang telah diputuskan.
Perancangan ini diterjemahkan dalam bentuk ide perancangan.
Kegiatan pratikum mata kuliah ILMU BAHAN BANGUNAN dengan tema “Taman
dan Tempat Bermain” dilaksanankan di panti asuhan Hikmah yang beralamat di
jalan karunia, rumbai-pekanbaru. Waktu yang dibutuhkan adalah 10 hari kerja
untuk membuata pondok ini.
ALAT DAN BAHAN
Alat
dan bahan yang diperlukan pada pembuatan pondok di panti asuhan Hikmah:
No
|
Alat
|
Bahan
|
1.
|
Gergaji
|
Kayu bulat
|
2.
|
Pahat
|
bambu
|
3.
|
Parang
|
paku
|
4.
|
Palu
|
rumbia
|
5.
|
Meteran
|
triplek
|
KONSEP
RAB AWAL
Bahan
|
Harga
|
Jumlah
|
Total harga
|
Kayu bulat besar
|
Rp 28.000
|
8 pc
|
Rp 224.000
|
Paku 3 inc
|
Rp 15.000
|
½ kg
|
Rp 15.000
|
Baut 3 inc
|
Rp 25.000
|
½ kg
|
Rp 25.000
|
Kawat
|
Rp 5.000
|
4 gulung
|
Rp 20.000
|
Amplas kasar
|
Rp 15.000
|
1 gulung
|
Rp 15.000
|
Tali rapia
|
Rp 5.000
|
1 gulung
|
Rp 5.000
|
Total
|
Rp 304.000
|
Iuran per anggota
kelompok = 304.000 / 7 = 43.500. dibulatkan menjadi Rp. 50.000 per anggota
Anggaran biaya sebenarnya
Bahan
|
Harga
|
Jumlah
|
Total harga
|
Kayu bulat besar
|
Rp 28.000
|
8 pc
|
Rp 224.000
|
Kayu bulat sedang
|
Rp 25.000
|
5 pc
|
Rp 125.000
|
Kayu bulat kecil
|
Rp 10.000
|
5 pc
|
Rp 50.000
|
Paku 3 inc
|
Rp 17.000
|
1 kg
|
Rp 17.000
|
Paku 2 ½ inc
|
Rp 17.000
|
1 kg
|
Rp 17.000
|
Atap rumbia
|
Rp. 1.400
|
100 pc
|
Rp 140.000
|
Total
|
Rp 573.000
|
Iuran per anggota
kelompok = 573.000 / 7 = 82.000
Dari RAB di atas dapat dilihat
bahwa pengeluaran untuk membuat pondok terjadi minus pengeluaran sebesar Rp
269.000. minus pengeluaran terjadi karena tiang penyangga bawah diganti dari
bahan awal bambu menjadi kayu bulat sedang dan kecil, dan juga atap pada pondok
yang rencananya menggunakan ilalang diganti menjadi atap rumbia. Kami mengganti
material bambu menjadi kayu dikarenakan mempertimbangkan kekuatan dari bambu
apabila dijadikan sebagai tiang penyangga.
KESIMPULAN
Berdasarkan
hasil kegiatan dan pembahasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa:
1. Keselamatan anak
menjadi faktor penting
yang meliputi pemilihan material
permukaan dan adanya zona aman permainan.
2. Kenyamanan anak
dalam aktivitas bermain
harus menjadi
faktor utama dalam pembuatan pondok.
3. Sebelum
melalukan praktek di lapangan mahasiswa harus memiliki konsep gambar kerja yang
telah di rancang sebelum terjun kelapangan. Dengan kreatifitas masing masing
setiap kelompok pasti memiliki desain yang berbeda beda dan sesuai selera
masing masing.
SARAN
1. Diharapkan
kepada
seluruh mahasiswa, untuk
meningkatkan semangat agar terus berpartisipasi dalam pengabdian terhadap
masyarakat.
2. Tidak
merusak sarana dan prasarana yang sudah tersedia, serta merawat dan menjaganya
dengan baik.
Untuk hasil silahkan klik link dibawah ini
https://www.youtube.com/watch?v=WA8TVFeuyys&feature=youtu.be

Tidak ada komentar:
Posting Komentar