Selasa, 02 Juli 2019

PENGAPLIKASIAN ILMU BAHAN BANGUNAN MATERIAL BATU BATA PADA PENDESTRIAN



LATAR BELAKANG
       Alasan kami memilih pendestrian ini , karena pada kawasan panti asuan hikmah sebelumnya tidak terdapatnya pendestrian. Sementara pendestrian itu sangat penting  karena sebagai penghubung suatu kawasan dengan kawasan lainnya
Selain itu kami biasa lebih mengetahui/mengenai bahan bahan bangunan secara langsung terutama batu bata dn kerikil, mulai dari harga sampai ukuran serta kualitas dan sifatnya bahan bangunan tersebut .


LANDASAN TEORI
       Hal yang perlu di  perhatikan dalm mendisain pendestrian adalah
       1.      Ukuran pendestrian itu sendiri
       2.      Ketinggian pendestrian
       3.      Posisi penempatan pendestrian
       4.      Bahan/material  yang digunakan pada pendestrian
 5. Pemilihan material pendestrian sangatlah penting karena mempengaruhi biaya dan ketahanan/kualitas pendestrian itu sendiri.

METODE PELAKSANA
  v  Mencari data data mengenai karakteristik pengguna dan kawasan panti asuhan hikmah
  v  Menganalisis aspek kegunaan, bentuk, serta solusi solusi  pemecahan permasalahan yang berkaitan tentang pendestrian
  v  Mencari solusi konsep tapak.
  v  Alat dan material yang digunakan pada pembuatan pendestrian di panti asuhan hilmah



 TEORI ILMU BAHAN BANGUNAN

       Di era modern sekarang, dalam tata ruang kota jalur pejalan kaki merupakan elemen yang sangat penting. Selain karena memberikan ruang yang khusus bagi pejalan kaki, jalur pejalan kaki juga memberikan keamanan dan kenyamanan bagi pejalan kaki yang melintasi jalur tersebut. Oleh kerena itu, ruang pejalan kaki sangat berperan dalam menciptakan lingkungan yang manusiawi.
Secara umum pejalan kaki adalah orang yang bergerak dalam satu ruang, yaitu dengan berjalan kaki. Dalam berjalan kaki, Shirvani (1985) mengatakan bahwa penggunanya memerlukan jalur khusus yang disebut juga dengan pedestrian, yang merupakan salah satu dari elemen- elemen perancangan kawasan yang dapat menentukan keberhasilan dari proses perancangan di suatu kawasan kota. Dharmawan (2004) mengatakan bahwa pedestrian berasal dari bahasa latin, yaitu pedestres, yang berarti orang yang berjalan kaki. Jalur pedestrian pertama kali dikenal pada tahun 6000 SM di Khirokitia, Cyprus, dimana jalan terbuat dari batu gamping lalu permukaannya di tinggikan terhadap tanah dan pada interval tertentu dibuat ramp untuk menuju ke kelompok hunian pada kedua sisi- sisinya (Kostof, 1992).
Pedestrian juga diartikan sebagai pergerakan atau sirkulasi perpindahan manusia/ pengguna dari satu tempat asal (origin) menuju ke tempat yang ditujunya (destination) dengan berjalan kaki.
Fungsi pendestrian pada kawasan panti asuhan Hikmah berguna sebagai untuk penghubung dari kawasan parkir ke kawasan pondok dan taman bermain. Selain itu berfungsi juga ketika hari hujan pejalan kaki tidak kesulitan untuk mencapai kawasan taman bermain karena genangan air sehingga tanah sekitar menjadi lunak.



BAHAN DAN PERALATAN YANG DIGUNAKAN
No
Alat
Material
1
Cangkul
Batu
2
Sendok semen
Batu Kerikil
3
Sekop
Tanama bunga
4
Meteran
Tanah Hitam
5
Benang
-
6
Paku
-

CARA KERJA
1.      Survey Kelokasi
2.      Pengukuran Site
3.      Pembuatan Konsep
4.      Pembuatan RAB
5.      Pembelian Material
6.      Proses Pengerjaan dilapangan
·         Pengukuran dan pemberian tanda pada tanah yang akan dipasang batu bata
·         Penggalian tanah yang telah ditandai
·         Pemasangan batu bata pada tanah yang telah di gali
·         Pemadatan batu bata
·         Pemasangan batu kerikil diantara batu bata
·         Penanaman tanaman Bungan disamping kerikil


TIME SCADULE
No.
Jenis kegiatan
Tanggal/bulan
Mei
juni
1
Survey Lokasi
01

2
Pengukuran Site
03

3
Pembuatan Konsep
05

4
Pembuatan RAB
05

5
Pembelian Material
11

6
Proses Pengerjaan Dilapangan
7
Penggalian tanah yang sudah ditandai sebelumnya
12

8
Pemasangan batu bata tahap pertama
12

9
Pemasangan batu bata tahap kedua
18


Pemasangan batu bata tahap ketiga
19

10
Pembelian batu kerikil dan tanaman bunga

13
11
Pemasangan kerikil dan penanaman tanaman bunga

16
12
Finishing

23


Rencana Anggaran Biaya (RAB)
No
Nama barang
Harga satuan
Jumlah barang
Total harga
1
Batu bata merah
Rp.400/bh
400
Rp. 160.000
2
Batu kerikil
Rp. 190.000/pickup
¼ pickup
Rp. 50.000
3
Tanaman bunga
Rp. 5000/bunga
25
Rp. 125.000
4
Tanah hitam
0
0
0

Harga dipasaran sesuai dengan RAB yang telah direncanakan, sehingga tidak ada perubahan harga.


FUNGSI PERALATAN
No.
Nama Alat
Fingsi 
1
Cangkul
 Untuk menggali tanah
2
Sendok semen
Untuk meretakan tanah yang telah di gali
3
Sekop
Untuk mengambil dan meratakan batu kerikil
4
Meteran
Untuk mengukur site
5
Benang
Sebagai pemberi tanda
6
Paku
Untuk membantu benang membari tanda pada bagian ujung

   
 KONSEP 
 


KESIMPULAN
Berdasarkan pembahasan kegiatan diata maka dapa disimpulkan bahwa
      1.      Pendestrian merupan faktor penting penghubung suatu kawasan dengan kawasan lain
      2.      Kenyamanan penggunan saat menggunakan pendestrian merupakan faktor yang sangat penting yang meliputi ukuran, bentuk, pencapaian terhadap suatu kawasan
      3.      Sebelum melakukan pembuatan pendestrian, mahasiswa harus memiliki konsep pendestrian yang akan di buat sesuai dengan kreatifitas mahasiswa dan kebutuhan pengguna serta faktor faktor lainnya.


SARAN
      1.      Seluruh mahasiswa hendaknya bias meningkatkan kerjasama dalam tim terutama dalam ke disiplinan waktu, supaya sesuai dengan target yang telah di rencanakan
      2.      Hendaknya mahasiswa bisa menemukan ide ide yang baru lagi serta kreatif yang bermanfaat untuk seluruh orang 
      3.      Hendakya pengguna pendestrian dapat memanfaatkan semaksimal mungkin 


Untuk hasilnya silahkan klik link dibawah ini
https://www.youtube.com/watch?v=BVja7x8P5aM




Tidak ada komentar:

Posting Komentar