Selasa, 02 Juli 2019

PEMANFAATAN DAN PENGGUNAAN BERBAGAI MACAM BAHAN SEBAGAI HIASAN TAMAN


Latar Belakang

Kayu merupakan  material  structural dan banyak disediakan oleh alam dan diminati  di   beberapa daerah  di  Indonesia.   Material   utama pada bangunan tradisional Indonesia mayoritas adalah kayu. Peminat kayu pada dunia konstruksi meningkat dalam beberapa decade terakhir, dari sisi arsitektur dinilai indah, mewah,  penuh seni,  dan nyaman. Disini kami mengaplikasikan material kayu pada tong sampah dan kursi.
Bambu di anggap sebagai pengganti fungsi kayu, material bambu pun tidak kalah unggul dalam hal performa. Material bambu memiliki kelebihan yakni kuat, mudah di dapat, dan murah. Oleh karena itu kami juga mengaplikasikan material bambu sebagai partisi.
Ban bekas dapat di ubah menjadi berbagai barang kerajinan unik  pembuatan kerajinan tersebut dinamai  sebagai up cycle yaitu proses mengubah barang bekas menjadi barang baru yang berguna atau memiliki nilai lingkungan yang lebih baik, kami mengaplikasan ban bekas sebagai kursi taman yang dapat menambah kesan yang berbeda dan dapat berlama-lama bersantai di taman panti asuhan Hikmah.
Ide kreatif bisa datang dari apa saja, seperti ide yang menggunakan bahan bekas dan bahan yang mudah didapatkan serta murah. Pemanfaatan bahan bekas sangat memberikan keuntungan selain halaman panti menjadi lebih indah lingkungan panti pun menjadi ramah lingkungan. Halaman atau taman tak  seharusnya mahal, dengan harga yang murah meriah dan  mengembangkan unsur unsur ide kreatif dari barang-barang bekas di sekitar kita.

Landasan teori
Hal yang  perlu diperhatikan dalam mendesain hiasan taman adalah tempat untuk dapat menampung tempat bermain atau bersantai di taman, ada beberapa hal yang perlu di perhatikan sebelum perencanaan hiasan taman:
1.      Kondisi lahan
2.      Sesuaikan dengan lahan.
3.      Mulai menyusun perencanaan anggaran.
4.      Banyak konsultasi dengan sesama teman dan yang sudah ahli dalam bidang ini.
5.      Meningkatkan kembali tujuan awal saat ingin membuat hiasan taman.
6.      menjalankan proses pembuatan taman sesuai rencana.

 Tinjauan pustaka

Secara umum tujuan perancangan hiasan taman di panti asuhan Hikmah adalah menyediakan fasilitas yang  aman dan nyaman,  dan dapat digunakan bagi semua orang dan termasuk anak-anak yang ada di panti. Keadaan taman bagi kehidupan sehari hari anak mampu mengembangkan proses perkembangan dalam mewujud kanpotensi anak, serta kemampuan anak dalam menumbuhkan karakter yang baik karena lingkungan yang selalu membawa kebaikan, hal ini dibutuhkan saat tumbuh menjadi dewasa. Sesuai dengan model perancangan, perancangan fasilitas taman harus berdasarkan isu,tujuan dan kriteria.
Material yang digunakan untuk pembuatan tempat bermain anak anak anak dapat memberikan resiko yang  besar jika tidak dirancang dan dipelihara secara hati-hati. Untuk dapat  mengakomodasikan seluruh pengguna, di perlukan penekanan dalam aspek keamanan dan kenyamanan untuk memastikan tingkat keselamatannya sebagai dasar pengendalian perancangan tempat bermain anak-anak. Aktivitas bermain selain menciptakan kegembiraan bagianakanak,  jugadapa tmengembangkan kemampuan kreatifitas,  fisik,  serta kemampuan emosional  yang  selalu di butuhkan saat tumbuh menjadi dewasa.  Kebutuhan  yang  tinggi akan ruang bermain yang besertafasilitas untuk permainan  yang  memadahi .

Rencana Anggaran Biaya
No.
Bahan dan Alat
Harga Satuan
Jlh
Harga Total
1
Papan 2/20 x 4 M
Rp.  30.000.00
2
Rp.   60.000.00
2
Kayu Reng3/5 x 4 M
Rp.  15.000.00
1
Rp.   15.000.00
3
Paku
-
-
Rp.   15.000.00
5
Cat Kayu Pernis
Rp.  50.000.00
1
Rp.   50.000.00
7
Kuas Cat
Rp.  11.000.00
3
Rp.   33.000.00
9
Amplas
Rp.   2.000.00
1
Rp.    2.000.00
11
Cat Minyak Hijau
-
1
Rp.  50.000.00
12
Seng Plat 1/1.5 M
Rp. 22.000/M
1
Rp.  34.000.00
13
Tanaman Labu
-
-
-
14
Bambu
-
-
-
15
Palu
-
-
-
16
Gergaji
-
-
-
17
Parang
-
-
-
Total Biaya
Rp.259.000.00



Time Schedule


Kegiatan
Tanggal
Survey Lapangan
13 Mei
Pencarian dan Pembelian Bahan
18 – 19 Mei
Membuat Tong Sampah
25 Mei
Membuat Kursi Kayu
26 Mei
Pengecatan Tong Sampah dan Kursi Kayu
27 Mei
Pencarian dan Pembelian Bahan
11 Juny
Pekerjaan Partisi
12 Juny
Pekerjaan Tempat Duduk Ban
12 Juny
Pengecatan Ban
21 Juny
Pekerjaan Tanaman Rambat
23 Juny





KONSEP
 Tong Sampah
        


Tong Sampah merupakan sebuah tempat yang digunakan untuk menampung sampah secara sementara. Disini kami menggunakan papan dan triplek sebagai dindingnya dan kayu balok sebagai penopangnya, sedangkan agar bagian dalamnya tidak lembab dikarenakan berbagai macam sampah, maka kami menggunakan seng plat sebagai penutup dindingnya untuk bagian dalam. Tingginya yaitu 60cm dan lebarnya 40cm dengan bentuk dasar persegi, dan jarang pegangan dengan dinding bawahnya yaitu 10cm bertujuan agar memudahkan saat ingin memindahkan atau mengosongkan tong sampah tersebut.

Kursi Kayu
        
Kursi Merupakan tempat duduk bagi setiap orang. Disini kami menggunakan papan dan kayu sebagai bahan dasar pembuatan kursi dengan bentuk dasar persegi tersebut, papan sebagai alas dan penghubung bagian atas, sedangkan kayu sebagai tiangnya dan penghubung bagian bawah. Tingginya yaitu 50cm dan lebarnya 30cm, sedangkan untuk alasnya kenapa papannya kami lebihkan sekitar 3cm bertujuan agar lebih mudah saat ingin memindahkannya. 


Partisi
Partisi merupakan pembatas atau pembagi. Disini kami menggunakan bambu sebagai bahan dasarnya dan tanaman rambat labu. Selain berguna untuk menutupi lahan dibelakang(lahan sampah), partisi ini berguna juga untuk tanaman labu yang menjalar, estetika dan juga sebagai penghijauan yang menarik bagi partisi tersebut

 Kursi Ban
Kursi Ban kami menggunakan dari ban mobil bekas dengan berjumlah 4 buah, Disini kami meletakkan kursi ban tersebut di samping pedestrian dan juga kami warnai dengan warna hijau muda mengambarkan warna pepohonan muda yang segar, karena dari apa yang kami lihat di lapangan, kekurangan penghijauan pada tempat tersebut membuat kami memilih warna hijau muda


Kesimpulan

Penciptaan perlengkapan bermain anak anak  tanggung jawab semua orang termasuk di dalam nya pemerintah melalui kebijakan dan realisasi tindakan nyatanya. Selanjutnya untuk menumbuhkan tanggung jawab tersebut dibutuhkan  proses dan juga langkah nyata. Proses dan langkah nyata inilah  yang menjadi focus perhatian kita.
Kedua hal tersebut harus dilakukan secara beriringan sehingga tujuan menciptakan lingkungan taman dalam kondisi yang memenuhi syarat taman bias tercapai tanpa ada paksaan. Selain itu, tujuan itu juga merupakan sebuah kesadaran dan kebutuhan semua orang.
Sebelum melalukan praktek di lapangan mahasiswa harus memiliki konsep gambar kerja yang telah di rancang sebelum terjun ke lapangan. Dengan kreatifitas masing masing setiap kelompok pasti memiliki desain yang berbedabeda dan sesuai selera masing masing.

Saran

1.    Kepada seluruh mahasiswa, hendaknya meningkat kan semangat agar terus berpartisipasi dalam pengabdian terhadap masyarakat.Dalam praktek di lapangan di usahakan seluruh anggota dapat bekerja sama dalam mengerjakan tugas masing masing. Bersedia melakukan tugas dengan senang hati dan teliti di setiap pekerjaan
2.    Hendaklah jangan merusak sarana dan prasarana yang sudah tersedia, serta merawat dan menjaganya dengan baik.
3.    Kepada Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat, hendaknya dapat berkoordinasi untuk melatih, memberikan bantuan dan pendampingan kepada masyarakat, khususnya panti asuhan Hikmah.

Untuk hasil silahkan klik link dibawah ini
https://www.youtube.com/watch?v=SX-VhzATDZU&feature=youtu.be






Tidak ada komentar:

Posting Komentar