Latar Belakang
Kayu merupakan material structural dan banyak disediakan oleh alam dan diminati di
beberapa daerah di Indonesia.
Material utama pada bangunan tradisional
Indonesia mayoritas adalah kayu. Peminat kayu pada dunia konstruksi meningkat dalam beberapa decade terakhir, dari sisi arsitektur dinilai indah, mewah, penuh seni, dan nyaman. Disini kami mengaplikasikan material kayu pada
tong sampah dan kursi.
Bambu di anggap sebagai pengganti fungsi kayu,
material bambu pun tidak kalah unggul dalam hal performa. Material bambu
memiliki kelebihan yakni kuat, mudah di dapat, dan murah. Oleh karena itu kami
juga mengaplikasikan material bambu sebagai partisi.
Ban bekas dapat di ubah menjadi berbagai
barang kerajinan unik pembuatan
kerajinan tersebut dinamai sebagai up
cycle yaitu proses mengubah barang bekas menjadi barang baru yang berguna
atau memiliki nilai lingkungan yang lebih baik, kami mengaplikasan ban bekas
sebagai kursi taman yang dapat menambah kesan yang berbeda dan dapat berlama-lama
bersantai di taman panti asuhan Hikmah.
Ide kreatif bisa datang dari apa saja, seperti
ide yang menggunakan bahan bekas dan bahan yang mudah didapatkan serta murah. Pemanfaatan
bahan bekas sangat memberikan keuntungan selain halaman panti menjadi lebih indah
lingkungan panti pun menjadi ramah lingkungan. Halaman atau taman tak seharusnya mahal, dengan harga yang murah
meriah dan mengembangkan unsur unsur ide
kreatif dari barang-barang bekas di sekitar kita.
Landasan teori
Hal yang perlu diperhatikan dalam mendesain
hiasan taman adalah tempat untuk dapat menampung tempat bermain atau bersantai
di taman, ada beberapa hal yang perlu di perhatikan sebelum perencanaan hiasan
taman:
1. Kondisi lahan
2.
Sesuaikan dengan lahan.
3.
Mulai menyusun perencanaan anggaran.
4.
Banyak konsultasi dengan sesama teman dan yang
sudah ahli dalam bidang ini.
5.
Meningkatkan kembali tujuan awal saat ingin
membuat hiasan taman.
6. menjalankan proses
pembuatan taman sesuai rencana.
Secara umum tujuan perancangan
hiasan taman di panti asuhan Hikmah adalah menyediakan fasilitas yang aman dan nyaman, dan dapat digunakan bagi semua orang dan termasuk
anak-anak yang ada di panti. Keadaan taman bagi kehidupan sehari hari anak mampu
mengembangkan proses perkembangan dalam mewujud kanpotensi anak, serta kemampuan
anak dalam menumbuhkan karakter yang baik karena lingkungan yang selalu membawa
kebaikan, hal ini dibutuhkan saat tumbuh menjadi dewasa. Sesuai dengan model perancangan, perancangan fasilitas taman harus berdasarkan isu,tujuan dan kriteria.
Material yang digunakan untuk pembuatan tempat bermain anak anak anak dapat
memberikan resiko yang besar jika tidak dirancang
dan dipelihara secara hati-hati. Untuk dapat
mengakomodasikan seluruh pengguna, di perlukan penekanan dalam aspek keamanan
dan kenyamanan untuk memastikan tingkat keselamatannya sebagai dasar pengendalian
perancangan tempat bermain anak-anak. Aktivitas bermain selain menciptakan kegembiraan
bagianakanak, jugadapa tmengembangkan kemampuan
kreatifitas, fisik, serta kemampuan emosional yang
selalu di butuhkan saat tumbuh menjadi dewasa. Kebutuhan
yang tinggi akan ruang bermain
yang besertafasilitas untuk permainan
yang memadahi .
Rencana Anggaran Biaya
No.
|
Bahan dan Alat
|
Harga Satuan
|
Jlh
|
Harga Total
|
1
|
Papan 2/20 x 4 M
|
Rp. 30.000.00
|
2
|
Rp. 60.000.00
|
2
|
Kayu Reng3/5 x 4 M
|
Rp. 15.000.00
|
1
|
Rp. 15.000.00
|
3
|
Paku
|
-
|
-
|
Rp. 15.000.00
|
5
|
Cat Kayu Pernis
|
Rp. 50.000.00
|
1
|
Rp. 50.000.00
|
7
|
Kuas Cat
|
Rp. 11.000.00
|
3
|
Rp. 33.000.00
|
9
|
Amplas
|
Rp. 2.000.00
|
1
|
Rp. 2.000.00
|
11
|
Cat Minyak Hijau
|
-
|
1
|
Rp. 50.000.00
|
12
|
Seng Plat 1/1.5 M
|
Rp. 22.000/M
|
1
|
Rp. 34.000.00
|
13
|
Tanaman Labu
|
-
|
-
|
-
|
14
|
Bambu
|
-
|
-
|
-
|
15
|
Palu
|
-
|
-
|
-
|
16
|
Gergaji
|
-
|
-
|
-
|
17
|
Parang
|
-
|
-
|
-
|
Total Biaya
|
Rp.259.000.00
|
|||
Time Schedule
Kegiatan
|
Tanggal
|
Survey Lapangan
|
13 Mei
|
Pencarian dan Pembelian Bahan
|
18 – 19 Mei
|
Membuat Tong Sampah
|
25 Mei
|
Membuat Kursi Kayu
|
26 Mei
|
Pengecatan Tong Sampah dan Kursi Kayu
|
27 Mei
|
Pencarian dan Pembelian Bahan
|
11 Juny
|
Pekerjaan Partisi
|
12 Juny
|
Pekerjaan Tempat Duduk Ban
|
12 Juny
|
Pengecatan Ban
|
21 Juny
|
Pekerjaan Tanaman Rambat
|
23 Juny
|
Tong Sampah
Tong Sampah
merupakan sebuah
tempat yang digunakan untuk menampung sampah secara sementara. Disini
kami menggunakan papan dan triplek sebagai dindingnya dan kayu balok sebagai
penopangnya, sedangkan agar bagian dalamnya tidak lembab dikarenakan berbagai
macam sampah, maka kami menggunakan seng plat sebagai penutup dindingnya untuk
bagian dalam. Tingginya yaitu 60cm dan lebarnya 40cm dengan bentuk dasar
persegi, dan jarang pegangan dengan dinding bawahnya yaitu 10cm bertujuan agar
memudahkan saat ingin memindahkan atau mengosongkan tong sampah tersebut.
Kursi Kayu
Kursi Merupakan tempat duduk bagi setiap orang. Disini kami menggunakan
papan dan kayu sebagai bahan dasar pembuatan kursi dengan bentuk dasar persegi
tersebut, papan sebagai alas dan penghubung bagian atas, sedangkan kayu sebagai
tiangnya dan penghubung bagian bawah. Tingginya yaitu 50cm dan lebarnya 30cm,
sedangkan untuk alasnya kenapa papannya kami lebihkan sekitar 3cm bertujuan
agar lebih mudah saat ingin memindahkannya.
Partisi
Partisi
merupakan pembatas atau pembagi. Disini kami menggunakan bambu sebagai bahan
dasarnya dan tanaman rambat labu. Selain berguna untuk menutupi lahan
dibelakang(lahan sampah), partisi ini berguna juga untuk tanaman labu yang
menjalar, estetika dan juga sebagai penghijauan yang menarik bagi partisi
tersebut
Kursi Ban
Kursi Ban kami
menggunakan dari ban mobil bekas dengan berjumlah 4 buah, Disini kami
meletakkan kursi ban tersebut di samping pedestrian dan juga kami warnai dengan
warna hijau muda mengambarkan warna pepohonan muda yang segar, karena dari apa
yang kami lihat di lapangan, kekurangan penghijauan pada tempat tersebut
membuat kami memilih warna hijau mudaKesimpulan
Penciptaan perlengkapan bermain anak anak tanggung jawab semua orang termasuk di dalam nya pemerintah melalui kebijakan dan realisasi tindakan nyatanya. Selanjutnya untuk menumbuhkan tanggung jawab tersebut dibutuhkan proses dan juga langkah nyata. Proses dan langkah nyata inilah yang menjadi focus perhatian kita.
Kedua hal tersebut harus dilakukan secara beriringan sehingga tujuan menciptakan lingkungan taman dalam kondisi yang memenuhi syarat
taman bias tercapai tanpa ada paksaan.
Selain itu, tujuan itu juga merupakan sebuah kesadaran dan kebutuhan semua orang.
Sebelum melalukan praktek
di lapangan mahasiswa harus memiliki konsep gambar kerja yang telah di rancang sebelum terjun ke lapangan. Dengan kreatifitas masing masing setiap kelompok pasti memiliki desain yang berbedabeda dan sesuai selera masing masing.
1.
Kepada seluruh mahasiswa,
hendaknya meningkat kan semangat agar terus berpartisipasi dalam pengabdian terhadap masyarakat.Dalam praktek di lapangan di usahakan seluruh anggota dapat bekerja sama dalam mengerjakan tugas masing masing.
Bersedia melakukan tugas dengan senang hati dan teliti di setiap pekerjaan
2.
Hendaklah jangan merusak sarana dan prasarana
yang sudah tersedia, serta merawat dan menjaganya dengan baik.
3.
Kepada Pemerintah
Daerah dan Pemerintah Pusat, hendaknya dapat berkoordinasi untuk melatih, memberikan bantuan dan pendampingan kepada masyarakat, khususnya panti asuhan Hikmah.
Untuk hasil silahkan klik link dibawah ini
https://www.youtube.com/watch?v=SX-VhzATDZU&feature=youtu.be
Untuk hasil silahkan klik link dibawah ini
https://www.youtube.com/watch?v=SX-VhzATDZU&feature=youtu.be


Tidak ada komentar:
Posting Komentar